Detik lalu kulihatnya
mendekap beku yang begitu kelu
Detik lalu kupandangnya
teteskan emas dari balik kaca wajahnya
.
Detik ini kurasa dinginnya
tubuh yang kaku mengantarkan pilu
Dan melayang, lenyaplah sudah
cahaya hangat dari kalbunya
.
Tak ada, tak lagi bernyawa
lenyaplah ia beserta debu
Tak ada, tak lagi bernafas
menyempitkan paru-paru saat kutahu
Tak ada, tak lagi berdegup
hanya mati meninggalkan secercah harapan gelap
.
By : Galuh Adika Alifani