Tampakkah olehmu warna-warna yang berpendar pada langit?
pasir-pasir yang bersahutan diantara bebatuan jalanan?
dan titik-titik berikatan pada tinta hitam selembar kertas putih?
sejauh pandangan menyapa, mereka tak terjangkau olehnya
tak mendengar sedikitpun jua sapaannya
dan tak pedulilah mereka akan apapun katanya
itulah nasib yang tak terdefinisikan artinya
melambai indah diatas awan yang menutupi pandangan
namun menoleh pergi ketika bumi membuka ucapan
dapatkah olehmu kau pengaruhi dia?
yang datang saat kau berjalan sendiri
pada jalinan bebatuan hitam keperakan
yang menjatuhkan mutiara matamu
saat kau memandang pilu pada kain putihmu yang ternoda
yang menyempitkan paru-parumu
saat kau melihatnya berdansa dihadapanmu
ia bebas, lepas layaknya burung di langit
dan kau…
terkekang terantaikan dalam jalinan besi-besi tua
raih dan gapailah jika kau mampu
ia adalah milik-Nya yang diberikan padamu
jangan lepaskan hingga ia bersedih di atas kesedihanmu
dan tertawa di atas kebahagiaanmu
itulah nasib yang mengatur jalan kita
ada selalu dalam genggamanmu
selama kau terus mencoba menegaskan perintahmu