Dalam kedamaian ku tertidur
Tak ada rayu serta gejolak
Dalam kepulasan pun ku terjaga
Dalam naungan awan hitam
membendung pahitnya matahari
Dan jika telah tiba saatnya
bagiku membuka kembali senyuman itu
saatnya pula kau membuka kembali
tangan-tangan yang terluka
Bukanlah itu saat kau dapat bermandikan air pada pipiku
Saat air membasahi kelopak yang membuncah semunya
Serta bukan pula saat kau dapat bercermin pada kedua bola mataku
bersinar semu memantulkan matamu
Tapi ialah saat kau dapat melihat dibalik rona merah wajah senduku
Aku ingin menembus semua goresan senyum indah
Serta berkaca pada tempat yang benar
Bukannya hari itu adalah kegelapan bagi seluruh batin kami
Namun obat yang selalu dinanti bagi hitamnya hidup ini
By : Me^^